Wednesday, 3 August 2016

Salad Buah

Menurut penuturan para ahli serta pakar pengembangan diri maupun para motivator, setiap orang dianjurkan atau bahkan diwajibkan untuk berani mengeksplorasi kemampuan dirinya serta bakat-bakatnya. Nah, berbekal penuturan mereka dan karena saya sedang ingin menikmati salad buah dan juga karena terinspirasi oleh salah satu video Fang Brothers (Fang Bros) yang membahas mengenai makanan, maka saya pun mencoba membuat sendiri kudapan sederhana ini untuk diri saya sendiri.

Untuk mendukung rencana di atas, maka tentu saja saya perlu berbelanja bahan-bahan yang akan menjadi komponen atau campuran dari salad buah yang akan dibuat. Tujuan saya adalah ke supermarket dengan nama depan atau awalan C yang terkenal akan iklan atau promosi yang berharga termurah dibanding para pesaingnya (memang murah, tapi tidak selalu yang paling murah, tapi sudahlah itu bukan topik utama posting kali ini). Bahan-bahan yang saya beli adalah pisang, mangga, anggur merah, apel, sayur kubis, dan tentu saja mayonnaise Thousand Island (ini atas anjuran salah seorang kawan). Segera setelah semua bahan-bahan telah terkumpul, langsung saja saya pulang (bayar dulu tentu saja).

Ketika telah sampai di rumah, semua bahan-bahan tersebut segera saya kupas dan cuci bersih dan kemudian segera dipotong-potong serta ditempatkan dalam wadah mangkuk plastik besar. Setelah semua proses mulai dari mengupas, membersihkan, hingga memotong selesai dilakukan, langkah terakhir adalah menuangkan "saus" nya yaitu mayonnaise Thousand Island. Bersamaan dengan telah tertuangnya mayonnaise, maka berakhir sudah proses pembuatan salad buah. Inilah tampilan dari salad buah hasil kreasi saya (lihat gambar di bawah ya).

Salad Buah Hasil Kreasi Saya
Walaupun secara tampilan salad buah tak semenarik kreasi dan karya chef-chef di restoran atau rumah makan, tapi setidaknya secara rasa tak jauh berbeda. Lagi pula hasil kreasi ini tidak untuk dilombakan, tapi langsung disantap begitu selesai dibuat. Pengalaman ini begitu berharga bagi diri saya sendiri karena pernah membuat sesuatu yang saya santap sendiri dan tak selalu membelinya dalam bentuk siap saji (baca: santap). Demikian....

No comments:

Post a Comment